This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label laporan utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan utama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

“Bosku” dari Pringsewu

PRODUK SMK –  Bupati Pringsewu Sujadi menerima bel otomatis dari salah satu pelajar SMK Negeri Gadingrejo saat peluncuran produk tersebut, Kamis (9/8).

Dari sisi prestasi, Kabupaten Pringsewu bisa menjadi salah satu rujukan terkait mutu pelaksanaan program pendidikan yang diselenggarakan di Provisni Lampung.Awal Bulan Agustus  lalu,  sebuah produk teknologi inovasi  karya para pelajar SMK Negeri Gadingrejo diluncurkan. Nama produknya “Bosku (Bel Otomatis Sekolah Negeriku ) Esemka.” Meski hak ciptanya berada dibawah PT.Teknologi Indonesia, namun  produk ini spontan menarik minat dan perhatian publik.
Peluncuran produk ini secara resmi dikemasan dalam sebuah rangkian kegiatan peringatan Hari Teknologi Nasional ke- 17 yang diselenggarakan  di halaman Kampus  SMKN  Gadingrejo, Kamis ( 9/8).  Selain, Bupati  Sujadi Saddat dan Wakil Ketua  DPRD Pringsewu Stiyono, hadir pada  peluncuran tersebut,  Prof.Dr.Dedi Zubaedi dari Kementerian Agama RI, serta Direktur PT.Teknologi Indonesia (Teknindo) Juliana Pangestu. Pengenalan sekaligus pemasaran  produk kebanggaan masyarakat Pringsewu ini ditandai dengan penanda tanganan MoU kerjasama antara SMK Negeri Gadingrejo dengan PT.Teknindo.
Upaya  pengembangan teknologi yang dimotori para pelajar SMKN Gadingrejo ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Pringsewu Sujadi Saddat. “Peluncuran bel otomatis ini merupakan pertanda baik bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Karena itu,  Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu akan terus mendukung upaya-upaya untuk  peningkatan SDM maupun kapasitas pelajar dan masyarakat umumnya,” kata Bupati Sujadi Saddat dalam konferensi pers di SMKN Gading­rejo.
Sementara itu, Prof.Dr.Dedi Zubaidi dari Kemenag yang juga sangat concern dalam upaya pengembangan SDM para pelajar ini mengungkapkan,  majunya sebuah institusi dapat tercapai bila terpenuhi empat  syarat, yakni creatifity, inovation, networking, serta penguasaan IT.
Dedi menerangkan, kemajuan yang dicapai sejumlah negara se­perti Jepang,  bukan semata-mata di­sebabkan dukung­an sumberdaya alam yang melimpah, melainkan  mampu memaksi­malkan daya kreativitas ma­syarakatnya. (red)

TV LCD Bina SMK Berpotensi jadi Produk Komersial


Siswa SMK Negeri 2 Bandarlampung menjuarai kontes skil siswa antar SMK
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Bandarlampung merupakan salah satu sekolah unggulan  di Kota Tapis Berseri. Lokasinya di jalan Brojonegoro Kelurahan Gedongmeneng Kecamatan  Rajabasa.  Berdiri pada tahun 1962, awalnya  merupakan sekolah swasta  dibawah  naungan Yayasan Subsidi.
Sejak tanggal 25 Juli 1968, berdasarkan surat keputusan  Dirjen Pendidikan  Dasar dan Menengah, Departemen  Pendidikan dan Kebudayaan, status sekolah ini diubah menjadi negeri. Sejak itu,  ini namanya menjadi Sekolah Teknik Menengah (STM) Negeri Tanjungkarang.
Pada masa awal perkembangannya, STM Ne­geri Tanjungkarang hanya memiliki dua program study kompetensi yakni,  teknik Bangunan Air dan Bangunan Gedung. Sering berjalannya waktu, eksistensi sekolah ini pun  semakin diakui. Ini dibuktikan dengan terus meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan  putra-putrinya di STM Negeri Tanjungkarang.
Sejalan dengan meningkatnya animo masyarakat tersebut, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di STM Negeri Tajungkarang pun menjadi hal mendesak.  Pada tahun 1977,  sekolah ini resmi membuka dua jurusan baru yakni, mesin dan listerik. Penambahan  program study  ini sejalan dangan visi pendidikan yang hendak dicapai yakni, menjadikan SMKN 2 Bandarlampung sebagai sekolah bertaraf internasional serta menghasilkan  tamatan yang mampu bersaing ditingkat nasional maupun global.  
Sejak tahun 1997, sesuai surat keputus­an Menteri Pendidikan  No. 034.035 dan 036/0/19197 nama STM Negeri Tanjungkarang diganti menjadi   SMK Negeri  2 Bandarlampung.
Saat ini, SMK Negeri 2 Bandarlampung  menyadang lebel sebagai Sekolah Rintisan Berstandar International (RSBI), dengan  tujuh program study yang meliputi  10 program keahlian.
Program study di SMKN 2 Bandarlampung  masing-masing adalah,  Teknik Bangunan de­ngan program keahlian meliputi: Teknik konstruksi batu,  teknik gambar bangunan dan teknik konstruksi kayu. Program study dan keahlian  teknik survey dan pemetaan.  Teknik  ketenagalistrikan dengan program keahlian teknik instalasi tenaga listrik. Kemudian teknik elektronika, program keahlian teknik audio vedia,  teknologi informasi komunikasi,  program keahlian  teknik komputer dan jaringan.Teknik mesin, program keahlian teknik permesinan. Terakhir, teknik  otomotif dengan program  keahlian  teknik kendaraan ri­ngan dan speda motor.                          

Butuh  Dukungan Pengembangan  
Dari sekian banyak program study dan keah­lian tersebut, dua diantaranya  berhasil menorehkan catatan prestasi membanggakan. Siswa  SMK Negeri 2 Bandarlampung jurusan  teknologi  informasi komunikasi dengan program keah­lian teknik komputer dan jaringan, berhasil membuahkan karya teknologi  canggih  berupa notebook dan personal computer (PC).
“ Perakitan notebook dan  PC ini dilakukan sendiri oleh siswa  sejak tahun 2009 lalu. Hasilnya sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah di Lampung. Untuk hak cipta kita bekerjasama dengan beberapa perusahaan distirbutor compu­ter terkemuka seperti, mugen, relion dan zyrex,“ kata  Kepala SMK Negeri  2 Bandarlampung, Ramli Jumadi, S.Pd.,M. T.
Hal serupa juga dilakukan siswa jurusan  teknik elektronika. Siswa pada program study ini juga berhasil merakit televisi LCD dan  LCD projector. Produk  ini dinamakan Televisi LCD  Bina SMK. Menurut Ramli,  kendala utama yang di­hadapi  adalah  soal pengembangan produk –produk  teknologi  karya siswa  tersebut. Padahal peluang pengembangan menjadi sebuah produk komersil  sangat menjanjikan. “ Meski belum begitu ba­nyak. Ada saja masyarakat yang sengaja  memesan  televisi  hasil rakitan para siswa kita. Kare­na itu, kami berharap dukungan dari pemerintah maupun swasta, untuk pengembangan produk Televisi LCD Bina SMK ini,menjadi sebuah produk komersial yang bernilai ekonomi tinggi,“  ungkap Ramli. (red)

Bukan Hanya Solo Pelajar Lampung juga Bisa!


Masih melekat pada ingatan kita, prestasi fenomenal yang ditoreh­kan siswa-siswa SMK di Kota Solo, Jawa Tengah. Beberapa waktu lalu,  karya  para  pelajar SMK di  kota ini, sempat membuat heboh dan bangga Bangsa Indonesia. Saat itu, berbagai surat kabar maupun media elektronik seakan tak pernah berhenti memuat berita  tentang Mobil Esemka.
Para pejabat pemerintah, baik pusat maupun daerah pun seolah tak mau ketinggalan menyatakan dukung terhadap pengembangan  mobil hasil rakitan para pelajar SMK  di Kota Solo itu. Mereka  ramai-ramai membeli mobil Esemka untuk digunakan  sebagai  ken­daraan dinas.    
Image  positif dari peluncuran Mobil Esemka tersebut,  seketika melekat pada mutu pelaksanaan program pendidikan yang dilakukan pemerintah setempat. Padahal, sebenarnya prestasi pelajar-pelajar di daerah lain juga tak kalah hebat. Salah satu buktinya ada di Lampung.
Jauh sebelum para pelajar di Kota Solo berhasil merakit  mobil Esemka, karya serupa pernah dihasilkan  pelajar di provinsi paling selatan Pulau Sumatera ini. Pada era tahun 1990-an, siswa  SMK  (saat itu STM) 2 Mei Bandarlampung, sukses merakit sebuah kendaraan bermotor roda empat. Kendaraan ini dirakit dengan memanfaatkan mesin sepeda motor tua. Secara fisik,bentuknya memang tidak  sesempurna mobil Esemka karya  pelajar-pelajar di Solo. Ini tentu bisa dimaklumi, sebab saat itu, dukungan anggaran dan peralatan untuk perakitan tersebut sangat minim.
Pasca keberhasilan siswa SMK 2 Mei merakit kendaraan bermotor,  pada  tahun 2009 ganti siswa SMK Negeri 2 Bandarlampung yang sukses membuahkan karya teknologi canggih. Noot Book,  LCD Projector dan  Televisi LCD, adalah peralatan berteknologi canggih yang berhasil dirakit  oleh  para siswa di SMK Negeri  2 Bandarlampung.
Sepertinya para pelajar di Lampung memang tak pernah mengenal kata puas untuk terus berkarya.Tahun 2012, giliran  siswa  SMK Negeri Gadingrejo Kabupaten Pringsewu  yang unjuk kemampuan. Sebuah produk teknologi  inovasi  berupa bel otomatis  berhasil diciptakan. Produk  teknologi ini dinamakan “Bosku (Bel Otomatis Sekolah Negeriku) Esemka.”
Bosku Esemka yang hak ciptanya  dipegang   PT.Teknologi Indonesia ini secara resmi dilucurkan pada awal bulan Agustus lalu.                  
Karya paling anyar yang dihasilkan pelajar Lampung adalah, mesin penawar air. Mesin yang berfungsi  untuk menyaring air laut menjadi air tawar ini  merupakan karya para siswa  SMA Negeri 3 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara.        
Berbagai karya teknologi yang dihasilkan tersebut  menjadi bukti, bahwa dari sisi kereativitas dan inovasi,  para pelajar di Lampung tidak kalah  dibandingkan  pelajar dari daerah lain.
Bukan hanya Solo, pelajar Lampung juga bisa! (red)




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More